Tuesday, May 30, 2006

Foto-foto suasana di RSUD Nggabukan Bantul 2







Cerita keluarga Pak Sukimin


Biasanya mereka bangun pagi untuk sholat subuh atau memasak. Namun naas, saat terjadi gempa, mereka sedang tertidur. Tubuh mereka berdua sempat terkubur oleh puing-puing bangunan. Pak Sukimin sedikit beruntung karena tembok yang runtuh sebagian tertahan oleh tiang pintu yg masih berdiri kokoh. Ibu Sukimin menderita robek pada bagian kaki dan kepala retak, serta luka-luka memar di sekujur tubuhnya. Saat ini Ibu Sukimin masih tergolek di RSUD Ambarawa, sebelumnya sempat dirawat darurat di RSUD Nggabukan, namun saudaranya dari Ambarawa yang seorang perawat menyarankan untuk membawa ke RSUD Ambarawa. Pak Sukimin menderita luka robek di bagian hidung, luka memar disekujur tubuh dan sebagian kuku pada jari-jari tangannya lepas. Isnaini, putera kedua dari 2 bersaudara Bapak Sukimin 2 hari sebelumnya sudah berada di kosnya Yogyakarta, sedangkan kakaknya Yuni masih berada di rumah sampai hari jum'at, satu hari sebelum terjadinya gempa. Yuni sebenarnya merencanakan akan berangkat ke Jogja pada hari sabtu. Yuni yang bekerja sebagai guru honorer di SMK I Bantul, menjalani aktivitas yang padat pada hari jum'at dan baru selesai pada jam 4 sore. Sesampai di rumah, Yuni berniat makan dan istirahat. Namun jam 4.30 telpon fleksinya berdering kencang. Sang pacar marah-marah di telpon karena sampai sore tidak belum juga ada SMS atau telpon dari Yuni. Mas, aku baru pulang kerja jam 4, ke Jogjanya besok saja ya, badanku pegal-pegal. Begitu kata Yuni di telpon. Namun sang pacar yang sudah lama menunggu kedatangannya di Jogja mendapat berita penundaan mendadak tersebut jadi marah-marah. Nggak bisa! kamu harus ke Jogja sekarang. Yuni yang berbakti terhadap pacarnya akhirnya mengalah dan minta waktu setelah makan baru berangkat ke Jogja. Jam 6.30 sore Yuni baru berangkat ke Jogja dengan waktu perjalanan sekitar 45 menit. Yuni dan pacarnya berencana menikah tahun ini.


rumah pak Sukimin di dusun Nangsri, Pundong

Broken Home !!









Mas, minta uang untuk transport

Ketika sedang asik motret di perempatan shopping tgl 30 Mei, dicolek dari belakang oleh seorang ibu-ibu. Mas, minta uangnya untuk ongkos pulang. Spontan saya bilang "Nggak Bu!" sambil mengangkat tangan tanda tidak ingin memberi!

Si Ibu langsung pergi sambil bilang pada seseorang dibelakang saya. Ndak dikasih Le!. Sontak saya menoleh, rupanya mereka bukan pengemis biasa. Sepertinya benar-benar terpaksa meminta saat itu karena tidak punya uang untuk ongkos pulang. Akhirnya saya datangi mereka yang ternyata seorang ibu dan 2 orang wanita lain yang lebih muda, kemungkinan adalah putrinya.

Dari mana bu? tanyaku. Dari Bantul nengok sodara mas, ini mau pulang ke Pleret ngga ada ongkos.

Sedih juga rasanya ngga punya uang. Kuambil uang dari dalam tas lima ribuan 2 lembar kemudian kuberikan kepada si Ibu itu. Kulihat uangku tinggal 5 ribu saja, tapi cukuplah buat jaga-jaga.

Foto ini yang kujepret sebelum seorang ibu mencolek saya dari belakang

TamanSiswa Chaos

Sekitar jam 10 pagi di hari pertama berangkat ke Bantul Start dari arah utara Jl Ir Yohanes - Dr Sutomo (Duta Wacana) - Jembatan layang - Jl. Tamansiswa. Namun sesampai di Jl. Taman Siswa arus massa dari arah selatan berlarian ke utara. Kami yang naik sepeda motor terpaksa berhenti di pinggir sambil menunggu massa yang panik mengira Tsunami sampai ke kota Jogja. Selang beberapa saat mobil tentara dan tentara yang duduk di sebelah sopir berteriak kepada orang-orang di jalan, "Tidak ada air bah! itu hanya isu !" namun arus dari arah selatan menuju utara masih begitu ramainya, sehingga kami memutuskan untuk jalan saja ke utara sambil mencari jalur alternatif. Kami singgah di depan gedung bioskop mataram, karena disana berkumpul ratusan orang. Berikut ini foto awal-awal kepanikan massa di Jl Tamansiswa dan Jembatan Layang









Daftar Posko Gempa Jogja

POSKO JOGJA STUDY CENTERPosko JSCJl. Faridan M. Noto No. 21 Kotabaru, YogyakartaTelp. +62-274-556920HP: 081-5687-6524

POSKO GEMPA BINTARANPosko Gempa BintaranGereja St. Yusuf BintaranJl. Bintaran Kidul 5 YogyakartaTelp. +62-274-375231

YAYASAN KUTILANG INDONESIAYayasan Kutilang IndonesiaJl. Tegal Melati No. 64 A, Jongkang, SlemanTelp. +62-274-865569Faks. +62-274-865569CP: Ige (081-7412-3109)

POSKO GUDEGNETPosko GudegNet - Gudang Info Kota JogjaJl. Ampel No. 10 Papringan Yogyakarta INDONESIA 55281Telp. +62-274-554444Faks. +62-274-553055CP: Donny Verdian

POSKO WALHIPosko Induk WALHI Yogya: 0817-941-065CP:- WALHI DIY: Ella 0852-2861-0455- WALHI Kota: Wahyu 081-5760-0761, Tatang & Simbah 081-2273-6228
Posko WALHI Jawa TimurTelp. +62-31-5014092 Faks. +62-31-5054313CP: Abenk (0815-5339-4062)
Posko WALHI Jawa TengahCP: Amri (081-2261-2241) & Ismail (085-6281-3545)
Posko EKNASTelp. +62-21-7941672 CP: Andi (0815-1066-5310)

POSKO PALANG MERAH INDONESIAPMI JakartaTelp. +62-21-7895188 CP: Arifin (081-194-3952)
PMI Markas DIYJl. Brigjend. Katamso, Yogyakarta 55152 Telp. +62-274-376812 HP. 0811-253-347
PMI Markas Cabang Kota YogyakartaJl. Tegalgendu No. 25 Kotagede Yogyakarta 55172 Telp. +62-274-372176 Faks. +62-274-379212
PMI Markas Cabang BantulJl. Jend Sudirman Bantul 55711 (komp Dwiwindu) Telp. +62-274-367987
PMI Markas Cabang Gunung KidulJl. Kol. Sugiyono Gg. Nusa Indah 3, Gunung Kidul 55812 Telp. +62-274-391244
PMI Markas Cabang SlemanJl. Turgo Denggung Tridadi Sleman 55511 Telp. +62-274-868900 Faks. +62-274-515307
PMI Markas Cabang KulonprogoJl. Bhayangkara Watuluyu Wates 55611 Telp. +62-274-713244

POSKO JARINGAN RELAWAN KEMANUSIAANPosko JRK BantulRumah Bpk. Soemardi di Desa Bakalan, Cepit, Pendowoharjo, Sewon, BantulJl. Raya Bantul KM 9,2 BantulCP: Isnu (0816-787-635)

POSKO MEDIACENTERPosko AirPutih JakartaJl. Mampang Prapatan XI No 3A Jakarta Selatan Telp. +62-21-79194365CP: M. Salahudien
Posko AirPutih JogjaJl. Ampel 10, Papringan Yogyakarta (masuk dari belakang KFC dekat IAIN)Telp. +62-274-554444CP: Valens Riyadi

POSKO JESUIT REFUGEE SERVICEPosko JRS JogjaGg. Cabe DP III No 9 dan 13, Pringwolu, Condong Catur, SlemanTelp. +62-274-516911CP: Ibu Kris (081-6143-4451)

UN Office for the Coordination Humanitarian AffairsUNOCHADisaster Management DivisionCP: Regina Rahardi (0811-939-479)
KODIM KOTAMADYA / KABUPATENKODIM BantulTelp. +62-274-367522
KODIM Sleman Telp. +62-274-868526
KODIM Jogja Telp. +62-274-563606
KODIM KulonprogoTelp. +62-274-773033
KODIM Gunung KidulTelp. +62-274-391165

SATLAK KOTAMADYA / KABUPATENSatlak BantulTelp. +62-274-368078
Satlak Sleman Telp. +62-274-868945
Satlak Jogja Telp. +62-274-520332
Satlak KulonprogoTelp. +62-274-773148
Satlak Gunung Kidul Telp. +62-274-391006

SATKORLAK Propinsi DIYTelp. +62-274-519441CP: Drs. So'im (081-6422-4202)
Sumbangan Barang CP: Bpk. Suseno (0813-2820-4515)
Sumbangan UangBank Mandiri Diponegoro YogyakartaNo. Valas 137.000.244.244-6No. Rupiah 137.000.355.355-5
Bank BRI Cik Ditiro YogyakartaNo. Valas 0029.02.000.45.50.9No. Rupiah 0029.01.0608.70.50.8

Makan Tahu Telupat

30 Mei, Sepulang dari keliling Bantul dengan naik motor mampir ke warung Tahu Telupat yang kami temui di Jalan Parangtritis. Susah cari warung makan biasa. Kami pesan 2 Tahu Kupat dan 2 es teh. Warung makan ini sangat ramai dikunjungi, mungkin karena lokasi yg strategis dan jarangnya warung buka karena banyak yang terkena bencana.

Di depan saya satu rombongan keluarga ikut makan berhadap-hadapan dengan kami. Mereka selesai duluan dan salah satunya seorang bapak meninggalkan piring yang masih sisa. Apa sih yang bikin orang ini ngga doyan? Kenyang? porsinya aja cuman sedikit. Hmm... apa orang kota memang begitu ya. Di saat sebagian masyarakat menderita kelaparan, cari makan susah, ada juga yang susah menelan makanan yang sudah tersaji di hadapannya. Ah ngga juga, kebetulan aja.

Toko Progo sempat ditutup


Toko Progo yang terletak di dekat pasar Beringharjo menyediakan peralatan keperluan rumah tangga sempat ditutup untuk umum karena diprioritaskan untuk relawan yang ingin membeli perlengkapan rumah tangga untuk kepentingan bantuan bencana gempa di Kab Bantul dan sekitarnya.

Tampak mobil patroli polisi berada di dalam area toko, dan mobil Sampoerna Fondation sedang menunggu barang-barang dari keperluan rumah tangga untuk segera diangkut ke lokasi bencana.

Apa Yang Paling Dibutuhkan?


Sejak gempa terjadi tgl 27 Mei malam harinya Jogja dan sekitarnya diguyur hujan. Begitu juga di hari kedua tgl 28 Mei hujan deras mengguyur kota Jogja dan tentunya di daerah Bantul yang terkena bencana gempa paling parah. Sampai hari ini tgl 31 Mei 2006 sudah 3 kali hujan.

Tenda-tenda darurat sangatlah dibutuhkan utk berteduh. Semakin lengkaplah penderitaan masyarakat Bantul dengan adanya bencana gempa, masih ditambah dengan hujan mendadak mengguyur Jogja dan Bantul, sementara tenda-tenda darurat jumlahnya masih terbatas.

Toko Liman di Jl Malioboro yang biasa menyediakan terpal/deklit (biasa utk warung tenda) kehabisan stok. Relawan kesulitan membeli terpal untuk disumbangkan ke masyarakat korban bencana gempa.

Selain tenda, menurut pantauan kami, masyarakat membutuhkan segera:
1. Air bersih
2. Makanan siap saji/nasi bungkus
3. Bahan makanan, peralatan utk dapur umum seperti panci besar dll
4. Minyak tanah
5. P3K
6. obat-obatan ringan utk sakit pinggang, kesleo, flu
7. Obat nyamuk oles

Sumbangan Air Bersih




Truk tangki mengangkut air bersih yang dibutuhkan masyarakat, kerena saat ini sumur sumur mereka rusak dan airnya keruh kehitaman penuh lumpur sehingga tidak layak dikonsumsi.

Tampak pada gambar, truk tangki sedang mengisi bak penampung air di dusun nangsri, pundong Bantul.

Oleh-oleh Khas Jogja


Bakpia Patuk Jogja tak ketinggalan ikut menyumbangkan dagangannya berupa bapkia, gethuk, brem dll teruntuk korban bencana gempa bumi DIY dan Jateng. Tampak dalam foto para karyawan Bakpia Patuk sibuk mengemas makanan yang akan disumbangkan. Semoga bukan makanan yang kadaluarsa.

Broken Home !!!

Rumah/bangunan sepanjang jalan parangtritis termasuk pertokoan dan kantor terutama setelah ringroad ke selatan tampak rusak berat. Jika masuk ke dalam gang rumah -rumah dengan kualitas bangunan yang lebih rendah roboh



Pantai Parang Tritis dan TPI



Pantai Parang Tritis dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) justru tidak mengalami kerusakan parah seperti di tempat-tempat lain yang lebih jauh dari titik gempa. Gempa pertama yang terbesar terjadi 3 km dari pantai pada kedalaman 30 meter. Gempa susulan sudah tercatat lebih dari 100 kali. Tampak dalam foto lapak-lapak (warung-warung) sepi karena ditinggal penghuninya. Namun di TPI masih ada satu dua orang penjual ikan menawarkan dagangannya. Bekas air pasang atau air bah yang diperkirakan terjadi ternyata tidak terbukti. Bekas air pasang terlihat dari batas sampah yang hanyut ke pinggir pantai tidak mencapai lapak (warung pantai)







RSUD Nggabukan Hospital Bantul 2

RSUD Nggabukan Hospital - Yogyakarta Indonesia






Sebagian pasien hanya bisa dirawat di seberang jalan RSUD karena area parkir pun penuh dengan pasien korban Gempa