Wednesday, June 21, 2006

Rancangan Rumah Tahan Gempa


Gempa Tektonik di DIY dan Jawa Tengah berkekuatan 5,9 sr terjadi pada tanggal 27 Mei 2006 telah menelan korban jiwa meninggal lebih dari 6000 jiwa, luka berat baik patah tulang, gegar otak, dll mencapai puluhan ribu orang, dan puluhan ribu rumah roboh, ribuan rumah rusak berat, dll. Banyak warga yang kehilangan harta benda,
Salah satu penyebab banyaknya korban meninggal ataupun luka berat dikarenakan saat terjadi gempa sekitar jam 5.30 pagi dimana banyak warga di lokasi gempa terjadi sedang istirahat di dalam rumah. Selain itu, struktur bangunan yang rata-rata dibuat tanpa tulangan sebagai penguat. Kebanyakan mereka membangun rumah tembok tanpa struktur tulang pada tiap siku bangunan untuk menghemat waktu dan biaya.

Tanpa adanya tulangan yang salah satu fungsinya sebagai penguat inilah yang mengakibatkan rumah roboh rata tanah saat terjadi gempa 27 Mei 2006. Banyak penghuni rumah tertimpa bangunan

Berangkat dari keprihatinan akibat musibah bencana alam di Indonesia yang terjadi baik di Nias, Aceh dan khususnya di Jateng/DIY 27 Mei 2006 ini, “Mata Kayu” menawarkan konsep rumah kayu tahan gempa sebagai salah satu alternatif rumah transisi antara rumah darurat (tenda) dan rumah permanen dengan waktu pembuatan yang relatif singkat.

Tujuan
Membuat rumah pengganti dengan segera
Membuat rumah pengganti yang lebih aman dan layak
Memberikan pelatihan pembuatan rumah transisi kepada penduduk agar mereka bisa membuat dan merakit sendiri
Kesadaran pemanfaatan sumber daya lokal umumnya kayu sebagai bahan baku utama
Menumbuhkan arsitektur lokal
Blueprint arsitektur untuk wilayah rawan bencana


Manfaat
Rumah Transisi adalah sebagai tempat tinggal sementara yang lebih layak dan berfungsi sebagai pelindung dari hujan atau panas yang lebih baik dibanding tenda.Dengan segeranya dibuatkan / diberikannya rumah-rumah transisi ini, diharapkan penduduk yang kehilangan tempat tinggal sudah bisa melakukan aktivitas kerja sehari-hari dengan lebih baik

Dimensi Per Modul
Bentangan ukuran 5.6 X 5,6 X5,6 Mtr
Ukuran lantai dasar 3,9 X 2 Mtr
Ukuran lantai kedua 3,6 X 2 Mtr
Tinggi lantai dari permukaan tanah 45 cm
Tinggi antara lantai pertama dan lantai kedua 2 Mtr

Bahan
Kayu 3 kubik
2 X 20cm x 2 Mtr X 60 batang
3 X 20cm x 2 Mtr X 60 batang
Sekrup ukuran 7 cm 500 biji
Ring 1000 biji


Waktu pembuatan 2 Minggu
Untuk merakit cukup 6 orang dan bisa diangkut, diangkat dan dipindah

Total biaya yang dibutuhkan untuk membuat satu modul rumah transisi tahan gempa kurang lebih 2,5 juta

Asumsi bengkirai, relatif mahal tahan 5 th
Asumsi meranti, kruing, relatif murah namun ketahanan sekitar 1 th
Asumsi kayu lokal, seperti kayu duren, kayu
Untuk menambah keawetan bisa dilakukan dengan mengecat menggunakan cat kolam atau menggunakan Wax.

Alasan rumah transisi ini tahan terhadap gempa
Pondasi berjarak dengan permukaan tanah
Menggunakan pengikat sekrup
Teknik Knock Down sehingga mudah dibongkar pasang

Rumah transisi ini bisa juga digunakan untuk jangka panjang sebagai gudang, lumbung, rumah bermain dan sebagainya

Diharapkan program ini bisa diteruskan di desa-desa dengan memberikan pelatihan, dan meliputi kalo dilibatkan dalam perangkaian awal, teknik dasar bangunan yang tahan gempa.

Rancangan rumah transisi tahan gempa ini sempat diliput dan ditayangkan di TVRI pada tanggal 15 dan 16 Juni 2006

Kendala
Saat ini proyek yang disusun oleh tim Mata Kayu yang beralamat di Jl Ringroad Utara Jogjakarta (barat perempatan condong catur) mengalami kendala yaitu kesulitan mendapatkan sumbangan bahan baku utama berupa kayu.

Bilamana ada yang tertarik untuk membantu proyek rumah transisi tahan gempa ini bisa menghubungi kami di 08122712110 atau 0274 7402085.